Asosiasi Pemain Profesional Indonesia Heran PSSI Loloskan Tim Yang Masih Menunggak Gaji Pemainnya

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia Heran PSSI Loloskan Tim Yang Masih Menunggak Gaji Pemainnya

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia Heran PSSI Loloskan Tim Yang Masih Menunggak Gaji Pemainnya – Entah apa alasan dibalik keputusan PSSI melalui tim verifikasi mereka yang masih saja meloloskan tim yang masih memiliki hutang tunggakan gaji kepada pemain dan pelatih untuk lolos berlaga di Liga Super Indonesia musim depan. PSSI seperti lupa dan tidak memiliki rasa malu karena sebelumnya pernah mengatakan tidak akan meloloskan tim jika tidak memenuhi semua aspek yang disyaratkan dan aspek finansial menjadi prioritas utama. PSSI seolah membiarkan tim untuk tidak bisa profesional ditengah wacana mereka memprofesionalkan sepakbola Indonesia.

PSSI kemarin sudah merilis 22 tim yang akan mengikuti Liga Super Indonesia musim depan yang terdiri dari 18 tim Liga Super Indonesia musim lalu ditambah dengan empat tim dari Liga Prima Indonesia. Sembilan tim yang dinyatakan lolos padahal masih memiliki masalah tunggakan gaji kepada para pemainnya.

Tercatat ada tujuh klub yang berasal dari LSI yang masih memiliki tunggakan gaji pemain yakni Arema Indonesia, Persik Kediri, Persela Lamongan, Pelita Bandung Raya, Madura United, Perseru Serui dan Sriwijaya FC sementara dari LPI ada Persiba Bantul dan Persijap Jepara.

Melihat keputusan ini, APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) tidak habis pikir apa yang membuat PSSI seperti tidak mematuhi peraturan dan regulasi yang mereka buat sendiri. APPI menyebut pihak PSSI tidak mengajarkan tim yang lolos yang masih menyisakan hutang untuk menjadi profesional sementara PSSI selama ini memiliki wacana membentuk sebuah kompetisi yang berjalan profesional.

Valentino Simanjuntak, ketua APPI menilai proses verifikasi yang dilakukan PSSI dengan tidak mematuhi regulasi berdasarkan lisensi FIFA tidak akan membuat tim-tim tersebut menjadi profesional malah bisa berdampak sebaliknya. PSSI dianggap tidak bisa berlaku tegas dengan tidak meloloskan tim yang masih memiliki tunggakan gaji. Seolah ada permainan dibalik keputusan PSSI ini. Pihak APPI sendiri peduli dengan hal ini karena menyangkut tunggakan gaji pemain, salah satu hal yang mereka perjuangkan.

APPI sendiri sebenarnya sudah mengeluarkan laporan resmi mereka yang berisi tim-tim mana saja yang masih memiliki tunggakan kepada para pemain mereka musim lalu. Laporan ini disusun berdasarkan laporan dari para pemain yang gajinya belum dilunasi oleh pihak klub. Dengan masih lolosnya tim tersebut dari proses verifikasi, artinya wacana PSSI untuk semakin memajukan sepakbola Indonesia hanya janji di mulut.

Terkait hasil verifikasi ini, Valentino menegaskan jika pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan pihak PSSI untuk membela hak para pemain yang menjadi anggota mereka. PSSI sendiri meminta kepada tim yang lolos tapi masih memiliki tunggakan gaji untuk segera melunasi seluruh hutang mereka tujuh hari setelah dinyatakan lolos. APPI akan terus mengawal proses ini dan diakhir waktu akan kembali memeriksa apakah tim tersebut sudah melunasi hutang mereka.